Babak Baru Jiwasraya: Benny Tjokrosaputro diperiksa Kejagung di KPK

Babak baru kasus Jiwasraya akhirnya ‘dirilis.’ Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan korupsi di balik insiden deficit anggaran PT Jiwasraya. Benny diperiksa hari ini, Senin (9/3) di Kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Jakarta. Diketahui Benny menjalani masa tahanan di rumah tahanan cabang KPK Kavling K4.

Benny Tjokrosaputro diperiksa Kejagung di Kantor KPK

“Diperiksa penyidik Kejaksaan Agung dalam rangka melengkapi berkas perkaranya,” ungkap Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, lewat keterangan tertulisnya hari Senin (9/3).

Dalam proses penyidikan yang tengah berjalan itu, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febri Adriansyah meyakini bahwa ada unsur kesengajaan dalam dugaan skandal megakorupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) itu. Walaupun penyidikan belum selesai, ia memastikan bahwa pemeriksaan sampai dengan sejauh ini mengarah pada usaha untuk penggorengan saham atau pun membuat pergerakan nilai saham suatu emiten jadi tak wajar.

“Enam itu yang ditahan dipastikan modusnya menggoreng saham, sampai nilai tinggi, JS (Jiwasraya) beli,” imbuh Febri pada awak media di Gedung Bundar Kejaksaan Agung hari Rabu (19/2) lalu.

Kejaksaan Agung juga sudah memblokir 156 sertifikat tanah di Banten, Tangerang dan Lebak milik Benny. Tak Cuma itu, Kejagung juga sudah memblokir rekening Benny. Dalam perkara bandar togel hk ini paling tidak ada 6 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Keenam tersangka itu antara lain: mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim. Sementara itu, dua tersangka yang lainnya adalah dari pihak swasta yaitu Direktur PT Maxima Integara Joko Hartono Tirto, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro sendiri.

Di sisi lainnya, BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) mengatakan bahwa mereka sudah bisa mengkalkulasi nilai kerugian PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Tbk berdasarkan pada audit yang dilakukan. Akan tetapi, Ketua BPK Agung Firman Sampurna belum bisa mengungkapkannya pada public untuk saat ini. “Sudah, dong (mengetahui kerugian). Tapi enggak bisa (dipublikasikan),” ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3) minggu lalu.

Aset Sitaan Jiwasraya Capai Rp. 11 T

Sementara itu Kejagung juga sudah memperkirakan asset yang dimiliki oleh tersangka kasus dugaan megakorupsi PT Asuransi Jiwasraya yang disita oleh penyidik saat ini. Dan asset tersebut mencapai nilai Rp. 11 T. Namun demikian, nilai itu masih bisa berubah tergantung pada perkembangan ke depannya.

“Nilai asset yang mana disita Cuma hitung-hitungan sebenarnya dari keseluruhan itu ada sekitar Rp. 11 Triliun,” ungkap Febrie di Gedung Kejaksaan Agung juga pada bulan Februari 2020 lalu.

Ia juga menerangkan bahwa sejumlah asset yang disita pihak kejaksaan ini meliputi tanah, kendaraan, saham, reksadana, dan apartemen. Akan tetapi, ia tak merinci nilai masing-masing asset itu. Sementara itu, menurut Febrie, untuk asset yang berupa saham tak bisa dipastikan nilainya karena perubahan harga yang cenderung sangat fluktuatif.

“Cuma, kenapa saya enggak berani menyatakan itu nilainya tetap, karena di dalam Rp. 11 Triliun itu ada niali saham yang diblok. Saham itu kan nilainya fluktuatif, bisa naik turun,” tambahnya menerangkan.

Dalam hal ini Febrie mengatakan bahwa nilai asset terbanyak yang disita Kejagung berasal dari Benny Tjokrosaputro, Direktur Utama PT Hanson International itu.

admin