Rilis Oktober 2018, Film ‘SANTET’ Pakai Dialog Bahasa Inggris

Hampir empat tahun vakum merilis film, sutradara Helfi Kardit kembali menggarap film horor yang memang jadi spesialisasinya lewat SANTET. Diproduksi oleh Skylar Pictures, SANTET bahkan cukup membanggakan karena buah kerjasama tiga negara yakni Indonesia, Filipina dan Kanada. Tak heran kalau aktor dan aktris yang terlibat pun beragam.

 

Dari Tanah Air, SANTET menggaet Marcellino Lefrandt, Ray Sahetapy, Ayu Dyah Pasha dan Tien Kadaryono. Sementara dari Kanada, ada aktris cantik asal Inggris yaitu Kelly Brook. Brook sudah beberapa kali terlibat dalam film Hollywood seperti ITALIAN JOB dan PIRANHA 3D. Tak hanya Brook, bintang luar negeri lain yang digaet adalah aktris muda Filipina, Jazz Ocampo.

 

Kepada detikHOT, Marcellino membocorkan kalau sebetulnya SANTET sempat ingin memakai judul BLACK MAGIC agar lebih mudah dipasarkan ke luar negeri. Namun saat Brook penasaran dengan kata Santet, judul itu akhirnya dipilih karena lebih terdengar eksotik. Lebih lanjut, Helfi memaparkan kalau SANTET akan didistribusikan ke Kanada dan Filipina. Bahkan di Inggris, penayangan SANTET akan dipegang oleh salah satu rekan perusahaan Sony Entertainment yaitu 4Digital.

 

Tak cuma itu saja, hak rilis SANTET di kawasan Amerika Tengah dan Selatan sudah dimiliki oleh Mando Film dan di Korea Selatan bakal diusung Laon-I Film Company. Tayang pada pertengahan Oktober 2018, Helfi menegaskan kalau SANTET menggunakan dialog 90 persen dalam bahasa Inggris. Apakah SANTET bisa mengikuti jejak kesuksesan PENGABDI SETAN (2017) yang laris berat di Indonesia hingga belasan negara lainnya?

 

Proyek ‘SANTET’ Butuh Dua Tahun

 

Ide untuk film SANTET ini rupanya datang dari produser Sarjono Sutrisno yang bercerita bahwa temannya mengalami peristiwa santet. Bahkan Helfi melihat sendiri bagaimana orang yang terkena santet itu sampai mengeluarkan kaca dari dalam tubuhnya. Dari obrolan tahun 2014 itu, Helfi mulai mengembangkan kisah SANTET dan mencari penulis naskah tapi belum cocok. Hanya saja pencarian Helfi tampaknya tidak berjalan mulus sesuai rencananya.

 

Dua tahun kemudian, Helfi sampai pergi ke Inggris untuk mencari distributor dan penulis naskah lagi tapi tetap gagal meskipun sudah ada lima draft skenario. Hingga akhirnya Helfi memberanikan diri menggarap plot yang akhirnya disetujui Sarjono. Barulah setelah itu penulis mengembangkan skenario selama enam bulan lamanya untuk menggabungkan budaya barat dan timur. Barulah setelah itu SANTET mulai menjalani syuting pada 7 November – 10 Desember 2016 sebelum akhirnya tayang dua tahun kemudian. Helfi juga sempat membawa SANTET ke Europe Film Market, Berlinale dan Cannes untuk keperluan distribusi.

 

Kelly Brook Dihantui Usai Syuting ‘SANTET’

 

SANTET sendiri mengusung kisah suami istri bernama Rendy (Marcellino Lefrandt) dan Laura (Kelly Brook) yang pulang ke Indonesia dengan dua putri mereka. Rendy pulang karena sang ayah yang diperankan Ray Sahetapy bunuh diri. Sejak itu, keluarga Rendy mendapatkan teror santet yang tak bisa ditangani medis hingga membuat mereka gila. Tak cuma horor saja, SANTET juga memiliki sentuhan thriller yang membuat calon penonton judi togel online makin deg-degan saat menikmatinya.

 

Kisah berbeda juga dialami Brook yang mengaku kepada Marcellino jika dirinya sempat mendapat pengalaman di luar nalar yakni muncul wajah misterius di langit-langit kamar hotelnya. Menurut Marcellino, Brook memang cukup kaget saat menjalani syuting hampir tiga minggu di Indonesia. Meskipun demikian, Brook begitu mengagumi budaya dan masakan Indonesia yang memang dia temui selama syuting SANTET.

admin

Ungkap Teaser Trailer, ‘WIRO SABLENG 212’ Pukau Jutaan Penonton

Penggemar serial-serial TV Indonesia yang pernah hits tahun 90-an tentu begitu dimanjakan dengan film-film yang rilis tahun 2018. Setidaknya ada tiga serial populer yang akan tayang di bioskop sepanjang tahun ini yakni SI DOEL ANAK SEKOLAHAN, KELUARGA CEMARA dan WIRO SABLENG 212. Telah memulai proses syuting sejak Agustus 2017, film arahan Angga Dwimas Sasongko itu akhirnya mengungkapkan teaser trailer di penghujung Desember kemarin.

 

Dalam teaser yang berdurasi 30 detik itu, adegan dibuka dengan pasukan berkuda pimpinan Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), musuh bebuyutan Wiro Sableng(Vino G Bastian) yang melakukan pengrusakan di sebuah desa. Rumah-rumah dibakar, para warga merintih minta tolong dan tangisan anak kecil tak berdosa. Adegan kemudian berganti di sebuah hutan saat ada dua orang beradu silat yakni Wiro dan gurunya, Sinto Gendeng (Ruth Marini). Teaser singkat itu juga memperlihatkan cuplikan senjata pusaka Wiro, Kapak Naga Geni 212 serta goresan angka 212 di dada Wiro.

 

30 detik ditutup dengan ekspresi kocak Wiro yang memang dikenal sebagai pendekar sakti yang begitu konyol. Vino meskipun singkat, terlihat cukup berhasil menghidupkan lagi karakter Poker online yang diciptakan oleh ayahnya sendiri itu, mendiang Bastian Tito. Melihat materi teaser trailer yang menjanjikan, tak heran sudah ditonton lebih dari 1,3 juta orang di Youtube sejak dirlis 28 Desember 2017.Meskipun belum memastikan kapal jadwal rilisnya, sejauh ini WIRO SABLENG 212 cuma disebut bakal rilis di penghujung tahun 2018 dan tengah memasuki proses pasca-produksi.

 

‘WIRO SABLENG 212’ Pakai Jurus Tiga Perguruan Silat

Demi menghasilkan koreografi laga yang sempurna, WIRO SABLENG 212 memilih Yayan dan Chan Man Ching sebagai koreografer untuk menghasilkan adegan bela diri yang berkualitas. Kepada Kompas, Angga pernah menyebut kalau jurus-jurus dalam film WIRO SABLENG 212 bersumber dari tiga perguruan. Di mana dua jurus pamungkas diadaptasi dari perguruan silat Ciung Wanara dan Panglipur. Sementara satu jurus pamungkas terakhir berasal dari perguruan Tenaga Dasar.

 

Diproduksi oleh Lifelike Pictures yang bekerja sama dengan Fox International Productions (FIP), salah satu anak perusahaan studio Hollywood raksasa, 20th Century Fox, proyek WIRO SABLENG 212 ini memang bakal cukup menjanjikan. Apalagi ternyata untuk sisi visual, Lifelike menggaet Caravan Studio yang dipimpin oleh komikus sekaligus ilustrator Chris Lie.

 

Usai ‘WIRO SABLENG 212’, Angga Rehat Jadi Sutradara

Di usianya yang masih 32 tahun, Angga sudah 11 tahun menjadi sutradara dan melahirkan lima judul film fiksi. Sejauh ini dirinya sudah pernah membuat film horor lewat JELANGKUNG 3 (2007), drama romantis yaitu HARI UNTUK AMANDA (2009) hingga film berdasarkan novel, FILOSOFI KOPI (2015). Namun proyek WIRO SABLENG 212 ini diakui Angga menjadi film terberat yang pernah dia lakukan selama jadi sutradara.

 

Menghabiskan 74 hari proses syuting di enam lokasi berbeda dan delapan set yang dibangun, bagi Angga WIRO SABLENG 212 adalah film pertama yang syuting lebih dari satu bulan. “Berat. Saya nggak pernah syuting di atas satu bulan. 1,5 bulan untuk film CAHAYA DARI TIMUR: BETA MALUKU (2013). Capek lah. Syuting film WIRO SABLENG 212 ini empat bulan. Mau konsen menyelesaikan film ini sama istirahat setahun. Tahun depan selesai dari Wiro. Kebetulan saya mau konsentrasi sebagai produser sama istri lewat film KELUARGA CEMARA,” ungkapnya kepada Kompas.

 

 

admin