Hadapi Perang Dagang Indonesia Urgen Negosiator Anda!

Hadapi Perang Dagang Indonesia Urgen Negosiator Andal

Hadapi Perang Dagang Indonesia Urgen Negosiator Anda!. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Indonesia,

Menuturkan bahwa Indonesia memerlukan negosiator unggul untuk menyiapkan posisi dan materi untuk hadapi perang dagang bilateral dan mekanisme multilateral yang sedang melemah.

Selain itu, Sri Mulyani juga menjelaskan persiapan perlu dilakukan mengingat pemulihan ekonomi yang belum merata disertai kebijakan ekonomi yang tidak sinkron antar negara apalagi tambahan kebijakan dari konfrontasi perdagangan.

Hadapi Perang Dagang Indonesia 

Pertemuan KTT G20 kali ini mengangkat tema tentang Building Consensus for Fair And Suistanable Development menekankan 3 pilar utama yakni,

Infrastruktur untuk pembangunan, peningkatan keterampilan dari kemajuan teknologi untuk masa mendatang, dan masa depan pangan yang berkelanjutan.

Selain itu, pembahasan lainnya terarah pada pembahasan isu-isu mengenai komitmen atas kerjasama multilateralisme, penggunaan kebijakan moneter, struktural dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat.

KTT G20 juga membahas pentingnya komitmen terhadap perdagangan internasional dalam laju pertumbuhan dan peluang lapangan kerja.

Pertemuan Tingkat Tinggi G20 yang telah berlangsung di Buenos Aires, Argentina diharapkan dapat menghasilkan keputusan dan kebijakan arah ekonomi dalam tata kelola global.

Keinginan G20 pada perang dagang agar dapat melakukan reformasi multilateral dalam World Trade Organization (WTO) menjadi lebih baik.

Indonesia juga banyak mengangkat isu ekonomi digital pada KTT G20, terutama tentang kemajuan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan yang inklusif.

Dunia yang semakin kompleks, memberikan peluang digital ekonomi cukup besar di masa depan. Peluang ini bisa dimanfaatkan untuk membenahi perekonomian yang tertinggal.

Memberikan kesempatan kerja yang akan datang untuk berani bersaing dengan negara lainnya.

Namun, ada sisi ancaman dari era digital tersebut muncul kerumitan pengelolaan perekonomian dan sosial di suatu negara. Ancaman yang lain dapat berpengaruh pada kebijakan ketenagakerjaan, perpajakan, dan jaring pengaman sosial.

Mantan Direktur Bank Dunia, Sri Mulyani, meyakini bahwa pemerintah jika fokus di bidang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan infrastruktur yang berguna bagi produktivitas dan daya kompetisi perang dagang.

Globalisasi dengan kemajuan teknologi menyediakan banyak kesempatan bergerak maju untuk membangun perekonomian lebih baik lagi.

Hadapi Perang Dagang Indonesia Butuh Negosiator Andal

Direktur Pelaksanan Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, menjelaskan bahwa ancaman perang dagang mulai berdampak di negara berkembang.

Maka dari itu perlu mempersiapkan kebijakan yang jelas dan tepat untuk mengatasi masalah tersebut.Penanganan dan persiapan yang matang pasti akan membawa keuntungan hadapi perang dagang.

IMF juga memperkirakan akan terjadi kenaikan tarif untuk bea masuk yang dapat mengancam perdagangan Internasional. Ancaman lain diperkirakan terjadi pada tahun 2020 akan mengalami penurunan laju pertumbuhan sekitar 0,75 persen.

Maka dari itu, butuh upaya untuk mengurangi kenaikan tarif dan menurunkan tensi perdagangan dengan mengupayakan dorongan kerjasama multilateral.

IMF dalam forum G20 memfokuskan risiko lain yang tak kalah penting adalah peningkatan tingkat utang global yang mencapai US$ 182 triliun di negara-negara berkembang dan negara yang mempunyai pendapatan menengah ke bawah.

Hal ini, IMF memberikan saran untuk mempunyai kebijakan yang berguna untuk transparansi terhadap utang terutama pada jumlah pinjaman dan batas waktu peminjaman.

Demikianlah penjelasan mengenai perang dagang yang harus dihadapi oleh setiap negara. Era globalisasi membawa banyak kesempatan untuk mengembangkan perekonomian lebih maju lagi.

Kebijakan yang tepat mampu mengatasi masalah yang muncul akibat dari perang dagang. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur diperlukan untuk mendukung daya kompetisi mendatang.

 

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *